Ketika kita hanya menjalankan rutinitas…

“Impian, Tekad, dan Kehidupan.

Sederhana, tapi luar biasa..
Ada dalam diri setiap manusia jika mau meyakininya. “

 

Ini merupakan masalah yang ada dalam setiap diri kita, menjalani rutinitas atau merutinkan apa yang kita jalani. Sungguh sangat nikmat dan sedap bila rutinitas dapat berjalan, entah berhasil atau enggak, kalau rutinitas dijalankan maka akan tercapai kepuasan.

Yang jadi masalah sebenarnya ketika kita menganggap sesuatu yang kita jalankan itu hanya sebagai rutinitas. Efeknya kita kegiatan kita menjadi membosankan atau agar sesuatu menjadi asal jadi, asal-asalan atau asal terlaksana. Itu membuat otak kita berhenti berfikir dan hati kita berhenti bertanya, seolah-olah raga kita sudah terprogram seperti robot melakukan semuanya.

Kehidupan, Gebrakan yang creative, inovatif, nggak cari aman dan berani! Itu yang mesti kita lakukan, semangat yang tak pernah mati itu yang mesti ada dalam diri kita. Keyakinan yang kuat serta otak yang cerdik harus kita kolaborasikan menjadi senjata yang ampuh.

Hahahaha…. saya hanya tertawa melihat semua orang menetapkan target seminimal mungkin, agar kita gampang mencapainya, Bahkan saya juga tertawa ketika kita tanpa berkaca pada orang lain, tanpa target yang jelas, berjalan seminimal mungkin, agar kita cepat berhasil.

Sebagai seorang yang merdeka, otak kita tak akan berhenti berfikir, lisan kita tak akan berhenti bicara, hati kita tak akan berhenti bertanya serta raga kita tak akan berhenti bergerak. Thats the point!!!  Kita mesti bergerak, berlari mencapai target yang kita harapkan. Bukan sekedar target abal-abal, tapi target yang akan membuat orang terkesima, dan kita bisa mencapainya…

Ayo impian kita besar, tekad kita kuat, hidup itu nikmat, agar hidup itu lebih bermakna!

“Apabila kamu punya mimpi, taruh dia 5 cm di depan kening kamu,jadi nggak pernah lepas dari mata kamu. Dan sehabis itu yang kita perlu Cuma kaki yang berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang alam berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dan leher yang akan lebih sering melihat keatas.

Juga lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja dan hati yang akan bekerja lebih keras, serta mulut yang akan selalu berdoa.” -5cm, donny dhirgantoro.

 

 

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: