Geo Coal, Teknologi Peningkat kualitas Batubara

 

Geo-Coal, teknologi peningkatan kalori batubara yang dikembangkan oleh Total Sinergy International (TSI), mendapatkan pengakuan dari Societe Generale de Surveillance (SGS). Hasil Pengujian SGS menunjukan, batubara yang ditingkatkan melalui Geo-Coal, terbukti dapat meningkatkan efisiensi batubara peringkat rendah dengan mengurangi kadar air sampai 60 persen.

SGS, perusahaan yang berdiri sejak 1878 dan berbasis di Geneva, merupakan perusahaan yang melakukan inspeksi, verifikasi, pengujian dan sertifikasi dan mempunyai lebih dari 1.000 kantor dan laboratorium diseluruh dunia. Perusahaan ini, merupakan sebuah badan akreditasi mandiri dan netral diakui oleh asosiasi, organisasi dan pejabat nasional maupun internasional sebagai tolok ukur global untuk mutu dan integritas.

Dalam pengujian SGS, teknologi Geo-Coal, dapat meningkatkan peringkat batubara kadar rendah dengan kadar air tinggi, dapat ditingkatkan menjadi batubara peringkat lebih baik dengan kadar air rendah pula, sehingga memberi nilai energi lebih tinggi dan lebih bersih.
Pengujian terhadap kinerja Geo-Coal dilakukan oleh petugas Survey SGS, dengan menggunakan syarat dan standar SGS yang memenuhi persyaratan internasional bagi suatu laporan analisa produk.

“SGS melakukan pengujian ketat beberapa kali dan menemukan bahwa batubara 3,700 kcal/kg pada saat diterima, setelah melalui proses GEO-COAL keluar sebagai produk batubara 5,550 kcal/kg dengan total kadar air yang telah berkurang 60% ,” kata Harsudi Supandi, Presiden Direktur TSI, seperti dalam siaran pers yang diterima majalah TAMBANG hari ini (Selasa, 31/05).

Seperti di ketahui, Geo-Coal, teknologi peningkatan kalori batubara yang baru saja diluncurkan di Asia pada April 2011 lalu, merupakan sebuah teknologi yang dapat memberikan manfaat ekonomis dan mudah diterapkan dan secara signifikan meningkatkan konten energi batubara peringkat rendah dengan tetap mempertahankan kadar sulfur dan abu yang memang sudah rendah.

Terobosan teknologi peningkatan kualitas batubara ini menggunakan ‘limbah’ batubara sebagai sumber bahan bakar murah dalam proses peningkatan mutu tersebut. Limbah batu bara secara umum merupakan hasil penambangan berbentuk serbuk dengan ukuran partikel dibawah 3 mm yang bernilai rendah dan seringkali dibuang kembali ke dalam tambang sebagai limbah .

Menurut Harsudi lagi, hasil positif dari peningkatan kualitas batu bara peringkat rendah dengan cara yang ramah lingkungan, yang telah mendapatkan pengesahan melalui pengujian SGS, akan melapangkan jalan bagi TSI untuk menyediakan solusi praktis untuk mengatasi kekurangan energi yang saat ini dihadapi dunia.

Negara negara yang mempunyai cadangan batu bara peringkat rendah yang sebelumnya jarang digunakan dan nilai komersialnya rendah, kini akan mampu menggunakan potensi yang sangat besar ini dan menyediakan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan dalam jumlah besar.

http://www.majalahtambang.com/detail_berita.php?category=18&newsnr=3918

 

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: