TKI dan Kedaulatan Bangsa

Dalam beberapa minggu terakhir ini, Indonesia sedang di guncang berita tentang hukuman pancung yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada TKI kita Ruyati. Peristiwa ini menjadi bukti kontradiksi dengan apa yang dibicarakan Presiden kita saat pidato di ILO.

Inilah isi pidatonya:

Ada pun 6 program yang disampaikan SBY merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi para buruh migran. 
Baik dari sektor kesehatan, perlindungan, hingga pendapatan.

"Pertama, kami harus mempromosikan program pro-pertumbuhan, pro-pekerjaan, dan pro kemiskinan. 
Di Indonesia kami menyebutnya pertumbuhan dengan persamaan," kata SBY.

Poin kedua adalah menciptakan kebijakan dan strategi dengan visi yang baik. 
Yaitu harus pro pada lingkungan.

Ketiga, SBY juga mengajak agar kehormatan para pekerja harus dipromosikan dan dilindungi. 
Keempat, SBY membuat program kebijakan yang memberikan kesempatan bagi para pekerja agar 
bisa berpartisipasi di pemerintahan yang demokratis.

Kelima, harus ada kerjasama yang baik untuk memastikan efek positif dari era globalisasi. 
Keenam, SBY meminta semua negara-negara lain agar tidak hanya meratifikasi konvensi ILO, 
namun segera mengimpelementasikannya.

"Akhirnya, mari kita bekerjasama untuk mewujudkan kondisi yang baik bagi para pekerja di seluruh dunia. 
Mari kita bergandengan tangan untuk memberikan keadilan sosial," terangnya.

Isi pidato tadi seakan menjadi hampa ketika berita beberapa TKI di Arab Saudi dan Malaysia menjadi bulan-bulanan oleh majikannya.

Kasus-kasus yang terjadi kebanyakan seperti ini, para TKI ini terlebih dulu disiksa oleh majikannya (biasanya karena pekerjaannya kurang benar), karena tak kuat atau untuk mempertahan diri mereka mencoba melawan. Dan saat mereka mengadakan perlawanan itu yang menyebabkan mereka bisa sampai membunuh majikannya.

Arab Saudi menganut hukum yang setimpal, bila ada nyawa yang melayang, begitu pula nyawa pembunuh tersebut untuk menebus nyawa yang melayang tadi. Kecuali bila keluarga yang ditinggalkan ikhlas atau minta di tebus dengan sejumlah harta.

Pemerintah akhirnya bimbang, bila ia turut campur dan mengintervensi masalah tersebut, tentunya akan merecoki kedautan negara tersebut. Dan banyak penjahat narkoba negara tetangga yang dihukum mati di Indonesia. Nah seperti ini kasusnya… Sungguh hal yang bisa membuat bimbang, menjaga kedaulatan sendiri (melindungi TKI) atau menghormati kedaulatan orang lain.

Masalah yang timbul mungkin tidak itu saja, masalahnya adalah masih banyak (puluhan) TKI bermasalah yang akan segera menemui ajal di negeri orang tersebut.

TKI memang disebut pahlawan devisa, namun menurut saya sesungguhnya sebutan itu terlalu muluk dan hiperbola. Bila dilihat di neraca ekonomi, devisa kita banyak yang berasal dari pajak, TKI hanya mendapat beberapa persen saja.

Dalam pemikiran saya, hal yang dapat dilakukan adalah:

1. Menstop mengirim TKI dan membuka lapangan kerja yang lebih layak untuk semua warga negara.

2. Membekali TKI dengan keterampilan lebih baik, bukan sebagai pembantu rumah tangga.

3. Mengefektifkan kerja-kerja badan-badan yang mengurusi TKI.

4. Menyediakan balai-balai pekerjaan atau membekali dengan kemampuan wirausaha,

5. Belajar lebih giat agar kita semakin bermartabat


		

About akutaruna


One response to “TKI dan Kedaulatan Bangsa

  • dinda

    bener tuh gan, siapin lapangan pekerjaan yang banyak, tapi pidatonya terlalu menjorok k kanan, hehe …
    mampir k tempat saya juga yah >?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: