Batubara Sebagai Bahan Bakar Kemajuan Indonesia (3-3)

Batubara sebagai Bahan Bakar Kemajuan Indonesia

artikel ini ditulis oleh Taruna Fadillah

Mahasiswa S-1 Teknik Pertambangan ITB

Batubara adalah bahan bakar fosil. Batubara dapat terbakar, terbentuk dari endapan dan merupakan batuan organik. Batuan ini terdiri dari karbon, hidrogen dan oksigen. Batubara terbentuk dari tumbuhan yang telah terkonsolidasi antara strata batuan lainnya dan diubah oleh kombinasi pengaruh tekanan dan panas selama jutaan tahun sehingga membentuk lapisan batubara.[1]

Batubara adalah salah satu sumber energi yang penting bagi dunia, yang digunakan untuk membangkitkan listrik hampir 40% daerah diseluruh dunia[2]. Batubara merupakan sumber energi yang mengalami pertumbuhan yang paling cepat di dunia di beberapa tahun belakangan ini, lebih cepat daripada gas, minyak, nuklir, air dan sumber daya pengganti.

Dalam makalah ini akan banyak ditemui istilah sumberdaya dan cadangan batubara. Sumberdaya batubara merupakan jumlah batubara yang ditemukan di suatu endapan atau tambang batubara. Sedangkan cadangan batubara berarti jumlah batubara yang telah diperhitungkan secara teknis dan ekonomis untuk bisa ditambang atau diambil dari perut bumi.[3]

Batubara Indonesia

Seperti yang kita tahu, batubara merupakan penggerak energi diseluruh dunia. Negara-negara yang sekarang maju, dulu menggunakan batubara sebagai bahan bakar energinya. Bahan bakar revolusi industri di Eropa pada abat 19 adalah batubara. Penggerak pabrik-pabrik di Amerika, Afrika dan China adalah Batubara. Batubara mempunyai peranan yang penting dalam perkembangan industri di dunia. Ini adalah tabel perbandingan cadangan batubara dan produksi batubara di dunia dan Indonesia.[4]

2004

2005

2006

Cadangan Produksi Cadangan Produksi Cadangan Produksi
Dunia

909064

2766

909064

2917

909064

3080

Indonesia

4968

81

4968

90

4968

120

Indonesia tentu saja mempunyai energi batubara yang berlimpah. Di setiap pulau Indonesia, mempunyai cadangan batubara, karena letak geologis Indonesia. Batubara Indonesia secara lebih spesifik digambarkan dalam tabel cadangan batubara Indonesia[5].

Dalam data tabel diatas dapat disimpulkan sumberdaya batubara Indonesia mencapai 61.366 juta ton dan cadangannya mencapai 6769 juta ton. Ini merupakan suatu keuntungan lebih karena kita memiliki cadangan energi yang berlimpah.

Perkembangan produksi batubara telah menunjukan peningkatan yang cukup pesat, dengan kenaikan produksi rata-rata mencapai 15.68% pertahun. Perkembangan produksi batubara nasional ini tidak terlepas dari permintaan dalam negeri (domestik) dan luar negeri (ekspor) yang terus meningkat setiap tahunnya. Sebagian besar produksi tersebut untu memenuhi permintaan luar negeri, yaitu rata-rata 72.11% dan sisanya 27.89% untuk memenuhi permintaan dalam negeri.[6]

Ini merupakan hal yang kontradiktif dan ironis. Cadangan batubara Indonesia hanya 0.5% dari cadangan dunia, namun produksi Indonesia menempati posisi ke-6 produsen dengan jumlah produksi mencapai 246 juta juta ton, setelah china (2.760 juta ton), USA (1.007 juta ton), India (490 juta ton), Australia (325 juta ton) dan Rusia (247 juta ton).[7]

Indonesia juga merupakan peringkat ke-2 terbesar di dunia sebagai eksportir sejumlah (203 juta ton). Posisi pertama ditempati Australia (252 juta ton), China sebagai produsen batubara terbesar dunia, hanya menempati peringkat ke-7 sebagai eksportir (47 juta ton).[8]

Secara matematika kasar, bila Indonesia mempunyai cadangan batubara sebesar 6769 juta ton pertahun dan produksinya mencapai 246 juta ton pertahun berarti batubara Indonesia akan habis sekitar 27 tahun lagi. Ini bila dilakuakan tanpa eksplorasi dan produksi batubara tidak naik. Yang menjadi tantangan kita, bagaimana memanfaatkan batubara yang tinggal 27 tahun lagi menjadi optimal dan efisien?

Kebijakan Domestic Market Obligation

Pada tahun 2010, pemerintah mewajibkan perusahaan produsen batubara untuk mengalokasikan 24,17% hasil produksi batubaranya untuk memenuhi kebutuhan batubara dalam negeri atau kepentingan dalam negeri (domestic market obligation/DMO)[9].[10]

Pengutamaan pemasokan kebutuhan mineral dan batubara untuk kepentingan dalam negeri diatur dalam Peraturan Menteri ESDM No 34 Tahun 2009 (Permen 34/2009) tentang Pengutamaan Pemasokan Kebutuhan Mineral dan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri yang bertujuan untuk mengatasi dan mencegah terjadinya kelangkaan pasokan mineral dan batubara serta menjamin pasokan mineral dan batubara dalam negeri.

Namun, banyak pengusaha yang menilai kebijakan ini kurang tepat. Seharusnya DMO Indonesia melebihi 30%. Hal ini karena kebutuhan batubara yang tidak tercukupi oleh Indonesia dan banyak perusahaan yang mengimpor batubara dari luar negeri.[11]

Ini dapat diartikan, batubara yang ada dalam negara kita, 75 persen di pasok ke luar negeri, dan hanya 25 persen untuk kebutuhan dalam negeri. Kebijakan energi mix 2025 yang mematok batubara digunakan sebesar 33% dalam bauran energi nasional[12] menuai kontroversi. Batubara nasional kita dimanfaatkan untuk dijual ke luar neger sebagai bahan bakar disana daripada dimanfaatkan di negara kita sendiri untuk dijadikan bahan bakar industri kita. Bukankah lebih baik membangun industri daripada kita terus-menerus mengimpor barang-barang dari luar negeri.

Pemerintah seharusnya tegas untuk menindak para pengusaha batubara yang membiarkan  batubara dieksploitasi secara besar-besaran dan dijual ke luar negeri. Apabila kondisi ini dibiarkan terus menerus, hal ini akan mengganggu usaha dan iklim investasi. Pemerintah seharusnya menjadi perantara dalam hal ini, agar investasi di negara ini semakin kondusif.

Optimalisasi Batubara

Energi adalah tulang punggung negara. Kemandirian energi menjadi kata wajib untuk negara yang ingin benar-benar merdeka dan dapat menentukan arahnya sendiri. Batubara, minyak bumi, gas alam, geothermal maupun energi lainnya harus dikuasai negara. Indonesia mempunyai itu semua. Salah satu sumber energi, batubara, harus di optimalkan dan ditingkatkan ke-efisiensiannya.

Mengoptimalkan batubara yang ada adalah salah satu caranya, dan ini beberapa contoh optimalisasi batubara:

  1. Geo-Coal

Permintaan energi batubara yang semakin meningkat, membuat teknologi Geo Coal muncul. Teknologi tersebut mampu mengubah batubara peringkat rendah (low rank coal) yang kini kurang dimanfaatkan, menjadi sumber energi yang murah, efisien, sekaligus lebih ramah lingkungan[13]. Teknologi Geo Coal ini dikembangkan oleh Ir Harsudi Supandi, peneliti energi sekaligus Presiden Direktur Total Synergy International (TSI). Peluncuran teknologi yang kini memasuki proses paten tersebut dilakukan pada 20 April 2011 di Grand Hyatt Hotel, Jakarta[14].

Terdapat 2 jenis batubara, jenis pertama adalah batubara peringkat tinggi (high rank coal) yang punya kandungan air rendah, konten energi tinggi, kalori tinggi dan lebih efisien dalam pembakaran. Jenis kedua adalah batubara peringkat rendah. Batubara jenis ini memiliki kadar air tinggi atau hampir 80 persen, konten energi dan kalori yang rendah dan kurang efisien. Jenis low rank coal biasanya lunak, mudah pecah atau rekah, mudah menjadi bubuk dan mudah habis terbakar tak terkendali.

Sepintas, mengolah batubara peringkat rendah seperti tak berprospek. Namun, bila ditilik lagi, batubara peringkat rendah ternyata punya kelebihan. Jumlah batubara peringkat rendah masih melimpah dan memiliki kandungan sulfur dan abu yang rendah.

Teknologi Geo Coal pada dasarnya merupakan proses meningkatkan kalori batubara peringkat rendah. Proses peningkatan tersebut dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi persiapan, penghancuran batubara, pengeringan, setting, dan berakhir dengan pendinginan.

Teknologi Geo Coal mampu meningkatkan kalori batubara hingga 50-100 persen. Selain itu, proses upgrading yang dilakukan juga bisa mempertahankan kadar sulfur dan ash tetap rendah sehingga batubara yang dihasilkan nantinya lebih ramah lingkungan.

2. Pembangkit Listrik Mulut Tambang

Pembangkit listrik ini biasanya adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Energi ini berasal dari batubara Low rank coal atau batubara kualitas rendah. Selain itu tempatnya tidak jasuh dari tempat area tambang. Hal ini mempunyai banyak manfaat, pertama, batubara kualitas rendah dapat dimanfaatkan menjadi listrik, dan listrik dapat dijual ke PLN atau untuk sumber listrik di area tambang tersebut. Hal ini tentu saja akan menambah pendapatan dan dapat mengurangi pengeluaran yang dilakuakan oleh perusahaan tambang.

Kedua, karena tempat yang relatif dekat dan tidak perlu pengolahan lebih lanjut, maka proses dari batubara ke tambang akan berlangsung cepat, sehingga akan membuat biaya semakin ekonomis.

Hal ini juga akan memajukan daerah tersebut, karena pasokan energi akan diterima secara langsung, dimana industri selalu membutuhkan energi listrik dan di situ tersedia energi listrik. Hal ini juga akan mengangkat perekonomian daerah tersebut.

Dari permasalahan di atas, dapat di tarik beberapa kesimpulan agar dapat menjadikan batubara sebagai bahan bakar kemajuan Indonesia, yaitu:

  1. Menambah domestic market obligation agar terpenuhinya kebutuhan batubara nasional
  2. Menindak pengusaha batubara yang mengeksploitasi dan mengekspor batubara secara besar-besaran
  3. Membangun industri-industri nasional dan menggunakan batubara sebagai energinya
  4. Mengoptimalisasikan penggunaan batubara yaitu salah satunya dengan geo-coal dan pembangkit listrik mulut tambang
  5. Membangun industri, sekolah dan memajukan daerah di sekitar tambang.

[1] SUMBER DAYA BATUBARA “Tinjauan Lengkap Mengenai Batubara”, World Coal Institute

[2] SUMBER DAYA BATUBARA “Tinjauan Lengkap Mengenai Batubara”, World Coal Institute

[3] Sistem Penambangan

[4] Data Statistik Beyond Petroleum, 2006

[5] Pusat sumber daya geologi, 2006.

[7] World Coal Institute

[10] Peraturan Menteri ESDM No 34 Tahun 2009 (Permen 34/2009)

[12] Peraturan Presiden No 5, Tahun 2006

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: