TPT XX PERHAPI 2011

TPT  XX PERHAPI 2011

“Pengelolaan Sumberdaya Mineral dan Batubara untuk Kemakmuran Rakyat”

Sabtu, 8 Oktober 2011

Hari ini, pukul 12.00 WITA (selanjutnya, waktu dalam WITA), kami mendarat di Bandara International Lombok. Bandara ini tergolong baru, karena memang baru satu minggu di operasikan dan belum diresmikan. Peresmian akan dilakukan oleh Presiden, peresmian baru dilakukan beberapa waktu yang lalu ( (20/10) setelah kami memakai bandara ini tentunya).

Pukul 16.00 kami sudah berada di Hotel. Malam ini, dan beberapa malam berikutnya, kami akan menginap di Hotel ini, di Hotel The Santosa villas &resort di daerah Senggigi. Di Santosa Hotel ini pula, tempat Temu Profesi Tahunan ke XX Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia akan dilakukan.

Karena ini kesempatan pertama saya pergi ke lombok, kami manfaatkan waktu yang luang ini untuk menikmati pantai Senggigi. Berhubung kaki saya belum benar-benar sembuh, maka saya tidak bisa jalan terlalu jauh. Karena masih merasa nyeri di otot lutut.

Kami sempatkan untuk menikmati pantai Senggigi. Kami beli buah kelapa dan menikmati pantai yang masih sangat bersih itu sambil makan jagung bakar. Pantainya benar-benar masih bersih, airnya biru dan pasir pantainya pun terlihat. Walaupun lebar pantai tidak seperti yang kami harapkan, namun kami masih senang dengan kebersihan pantainya. Tidak seperti pantai-pantai di pulau Jawa tentunya…

Minggu, 9 Oktober 2011

Kami berkesempatan untuk mengunjungi tambang emas Newmont Nusa Tenggara di pulau sumbawa. Kami bersiap pukul 06.00 pagi, sampai di pelabuhan pukul 08.00 dan menyeberangi selat lombok 2 jam. Jadi, kami sampai di tambang Newmont pukul 10.00. Biasanya pejabat-pejabat di newmont menggunakan seaplane atau pesawat yang bisa mendarat di darat dan dilaut untuk memangkas waktu perjalanan.

Tambang emas Newmont adalah tambang open pit dengan tipe endapan porfiri. Bijih yang di tambang adalah emas dan tembaga. Tambang ini sudah mencapai level 6 dari 7 level perencanaan. Diperkirakan penambangan akan selesai pada 2025 dan tambang akan tutup pada tahun 2035. Di tambang Newmont ini, slurp atau material emas dan perak yang telah dipisahkan dan dikayakan diangkut menggunakan pipa dari lokasi penambangan ke pelabuhan. Lalu dari pelabuhan dikapalkan ke Jepang untuk diolah, hanya sekitar 2% yang diolah di smelter di Jawa Timur.

Limbah tailing dari emas dan perak dibuang ke palung didekat pelabuhan dengan pipa, memanfaatkan gaya gravitasi. Menurut data yang ada, selama beroperasi, pembuangan limbah tailing di palung laut ini belum mencemari perairan di sekitarnya. Untuk proses eksplorasi lanjut, Newmont sedang melakukan eksplorasi di sebelah tambang yang ada sekarang, tentu saja, agar umur tambangnya lebih lama.

Setelah lelah berkeliling dan melihat-lihat tambang newmont kami pulang, Jam di tangan menunjukan pukul 14.00, yang berati kita akan mencapai hotel sekitar pukul 18.00. Sungguh hari yang menakjubkan dan melelahkan!!!

 Senin, 10 Oktober 2011

Hari ini adalah hari serius TPT perhapi, kami menganggap seperti itu karena memang acaranya serius, tidak seperti dua hari yang lalu, acara kali ini bersifat formal seperti kuliah dan seminar.

Pembukaan TPT Perhapi

Acara TPT perhapi kali ini dibuka oleh Bapak Profesor Irwandy Arif, dosen kami. Dalam membuka TPT perhapi ini, beliau menyampaikan pandangan beliau tantang pertambangan Indonesia. Mulai dari masalah UU no 4 tahun 2009, sampai dengan permasalahan hutan lindung dan kesiapan industri untuk menghadapi UU no 4 tahun 2009 tentang pengolahan bahan mentah menjadi bahan baku.

Beliau menyatakan pendapatnya bahwa masih banyak perlu mengkaji masalah pasal dalam UU tersebut, contoh saja masalah IUP dan PKP2B yang berlawanan. Penetapan wilayah pertambangan pun menjadi sorotan beliau, siapakah seharusnya menetapkan pemerintah daerah atau pemerintah pusat. Banyak masalah karena dualisme penerjemahan pasal-pasal yang ada dalam UU tersebut.

Selain itu beliau menyinggung tentang sertifikasi kompeten person yang akan dikeluarkan oleh Perhapi. Kompeten person ini adalah seorang yang mempunyai kemampuan atau ahli di bidangnya yang akan bertanggung jawab penuh dari semua laporan yang mereka buat. Ide kompeten person ini disadur dari JORC Australia.

Pembicara Tamu

Dalam acara ini bapak Supriatna dari APBI menyampaikan pendapatnya tentang pengelolaan batubara di Indonesia. Indonesia adalah negara ekportir batubara terbesar kedua dunia. Namun cadangan batubara Indonesia hanya sekita 0.5% cadangan dunia. Batubara Indonesia juga merupakan batubara yang relatif masih muda umurnya, sehingga pempunyai kalori yang kecil, hanya sekitar 3000-6000 kalori. Hal itu sangat memprihatinkan

Beliau berpendapat, seharusnya pemerintah membatasi ekspor batubara, agar batubara Indonesia tidak cepat habis, dan tentu saja batubara Indonesia bisa dimanfaatkan sendiri oleh bangsanya.

Karena kualitas yang rendah, batubara Indonesia cocok untuk  pembangkit listrik atau batu bara industri. Dari ide ini, seharusnya di dekat dengan wilayah tambang batubara, di bangun PLTU atau pabrik pengolah biji (bahan mentah menjadi bahan baku). Hal ini tentu saja akan menambah keuntungan perusahaan tersebut, listrik Indonesia tercukupi, dan satu lagi, kita bisa mandiri dan mempunyai cadangan energi yang cukup karena mempunyai batubara yang cukup pula. Selain itu, bila dibangun pabrik seperti smelter, tentu saja kita dapat mandiri mengolah bijih atau ore tadi menjadi bahan baku.

Masih banyak permasalahan, seperti truk batubara yang memakai jalan umum untuk proses transportasi, karena di UU no 4 tahun 2009 diperbolehkan. Namun bagi masyarakat sekitar tambang, itu sangat merugikan mereka, karena jalan cepat rusak. Teknologi untuk peningkatan nilai batubara juga masih kecil dan belum dikembangkan. Di India, batubara dengan kadar 3000 akan di tambang. Dan mereka menggunakan teknologi untuk mengolahnya agar effisien. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, sampai kapan kita akan mengekspor batubara dan kapan kita akan menggunakan teknologi epgrading coal? Sedangkan negara lain mencoba mencukupi kebutuhan energinya, namun kita malah menjual energi kita.

Presentasi Para Penulis Paper I

Lutfi Qolbirokhim, PT. Arutmin

Pada presentasi kali ini, sodara Lutfi membawa gagasan untuk penggabungan pit Hanoman Arutmin dengan pit Wahana Baratama Mining. Penulis yang juga HMT angkatan 1999 ini mempunyai gagasan untuk menyatukan pit tersebut agar batubara yang berada di boulder dari batas tambang, dapat di tambang secara maksimal. Hal ini tentu saja menguntungkan pihak Arutmin dan pihak Wahana Baratama Mining.

Dalam rencana penggabungan, harus disusun oleh kedua belah pihak sampai sedetil-detilnya dan dipahami serta disetujui bersama. Tentang siapa yang harus menambang, tahapan penambangan samapai bahkan siapa yang akan mereklamasi tempat itu juga harus ditentukan, tentu saja agar tidak terjadi perselisihan atau kerugian dari dua belah pihak. Sungguh solusi yang menakjubkan!!!

Aryo P Wibowo, Dosen ITB

Bapak Aryo adalah dosen kami di prodi pertambang ITB, beliau membawakan paper tentang Pendekatan Compass Indek untuk Mengukur Keberhasilan Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Sumber Daya Mineral di daerah Luwu Timur, Sulawesi.

Compass Index merupakan metode untuk menghitung atau mengklasifikasikan manusia berdasarkan tingkat ekonominya. Keberadaan pertambangan nikel di Kabupaten Luwu Timur selama beberapa dasawarsa ini memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian daerah tersebut. Tidak dapat dipungkiri bahwa sektor pertambangan menjadi tulang punggung pembangunan di daerah. Hal tersebut dibuktikan dengan besarnya kontribusi sektor pertambangan pada PDRB daerah, yang mencapaiUS$ 5,9 juta atau sekitar 81% dari PDRB Kabupaten Luwu pada tahun 2007.

Pemerintah berharap, bila tambang nikel di daerah tersebut habis, maka masyarakatnya tidak mendapat goncangan ekonomi yang tiba-tiba. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur perlu dirangsang untuk menjalankan program-program berkaitan dengan sektor-sektor unggulan tersebut, dan menekankan pentingnya nilai tambah (added value) di dalamnya.

Wawan Setiawan Supt. Community Support, PT Kaltim Prima Coal

Bapak Wawan adalah seorang antropolog yang bertugas menyelesaikan masalah-masalah sosial pada pertambangan KPC agar tidak menghambat produksi terutama masalah dengan masyarakat sekitar.

Sistem manajemen umpan balik masyarakat, atau disebut juga dengan Community Feedback System (CFS) merupakan sebuah mekanisme komunikasi yang mengelola keluhan dan isu sosial dengan prosedur penanganan yang sistematis dan terpadu. CFS mengedepankan aspek komunikasi yang efektif sehingga dapat mengakomodir keluhan dan isu sosial yang menjadi perhatian masyarakat sekitar tambang KPC. Isu sosial dan keluhan masyarakat merupakan bagian dari dinamika interaksiKPCdengan masyarakat sekitar tambang.

Keluhan yang datang dari masyarakat biasanya bersifat reaktif dan emosional. Sehingga tim komunikasi masyarakat perlu segera merespon dengan cepat dan antisipatif terhadap pergerakan isu tersebut guna menghindari eskalasi persoalan akibat kurang kepercayaan masyarakat atas penanganan isu.

Reaksi cepat merupakan satu langkah strategis, dimana perusahaan responsip terhadap keluhan yang terjadi. Dengan komunikasi yang santun dan saling menghormati , perusahaan sekaligus akan mendapat kepercayaan dari masyarakat. Seringkali lambannya penanganan keluhan, komunikasi jadi terlambat dan kontra produktif. Seringkali mengakibatkan masalah yang harusnya segera bisa diselesaikan menjadi masalah panjang yang melelahkan.

Selasa, 11 Oktober 2011

Pada hari ini, kai berencana meninggalkan lombok pukul 15.55, itu berarti kami harus mengejar shuttle bus ke bandara pada pukul 12.30, karena perjalan memakan waktu 2 jam. Kami berencana mengikuti seminar awal dan beberapa presentasi paper.

Seminar awal kali ini sebagai pembicara utamanya adalah Bapak Dr. Syafrizal, beliau adalah dosen eksplorasi di prodi pertambangan ITB.  Paper yang belai bawakan bertemakan tentang konservasi sumberdaya mineral dan batubara.

Menurut beliau, tahapan eksplorasi pertambangan, seharusnya telah memuat banyak informasi dari daerah pertambangan, misalkan kualitas airnya, mineral apa saja yang terkandung, dan tentu saja langkap apa saja untuk mereklamasi pertambangan.

Hal ini diperlukan agar semua potensi dapat dimaksimalkan. Sumberdaya alam yan kita tambang merupakan sumberdaya yang tidak bisa diperbarui. Makanya penting bagi kita untuk memanfaatkannya secara optimal dalam pengelolaan maupun eksploitasi sumber daya aam tersebut.

Tantangannya, memaksimalkan marginal deposit yang kita ambil, mengolah mineral asosiasi bahkan menghubung-hubungkan kontinuitas geologi dan homogenitas endapan. Menurut beliau juga, data eksplorasi harus lengkap, dari semua aspek, tidak hanya data cadangan saja.

Presentasi para Penulis Paper II

Mohamad Nur Heriawan, Dosen ITB

Bapak yang akrab disapa Pak Nur ini menyajikan paper dengan tema geostatistik pada optimasi spasi pemboran eksplorasi. Beliau merupakan pakar di bidang ini, karena beliau menempuh S-3 di Prancis tetang geostatistik dan mengajar mata kuliah Geostatistika.

Optimasi ini dilakukan karena datanya masih mirip dan menurut hukum kontinuitas geologi masih diperbolehkan. Tujuannya adalah penghematan biaya eksplorasi namun memperoleh hasil yang maksimal juga. Hal ini hanya berlaku untuk endapan tertentu dan dalam struktur geologi tertentu, kontinuitas endapan serta homogenitas bijih tertentu.

Aldin Ardian, UPN “Veteran” Yogyakarta

Karena baru lulus sekitar bulan Juli kemarin, sodara Aldin yang akrab disapa mas Aldini ini membawakan paper yang ditulis oleh dosennya. Papernya bertemakan Akuifer di daerah kalimantan tengah.

Kondisi hidrogeologi suatu daerah rencana pembangunan perlu diketahui secara baik diantaranya curah hujan, hari hujan, intensitas curah hujan, kondisi air limpasan, periode ulang hujan, dan karakteristik akuifer untuk menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan penambangan.

Dari data tinggi muka air tanah pada lubang bor lama, air tanah di daerah penelitian secara umum mengalir dari Timur Laut menuju Barat Daya. Hasil pengujian memperlihatkan kondisi air yang relatif baik walaupun tidak ada yang memenuhi standar kualitas air kelas I (air baku yang memenuhi syarat untuk air minum dan dapat digunakan langsung tanpa melalui proses pengolahan).

Cara mengambil data menggunakan teknik pumping test seperti yang kami lakukan pada akhir semester empat kemarin. Sesungguhnya membuat paper itu bisa jika kita mau…

Akhirnya selesai juga TPT XX Perhapi, tak lupa saya ucapkan terimakasih untuk sponsor (Antam). Terimakasih untuk Prodi teknik pertambangan ITB dan semua pihak. Semoga apa yang saya tulis ini bermanfaat. Amin…

Taruna Fadillah

HMT 09039

credit untuk bang Fikri TE’07, Fadhlan TA’08, Ari Rahmawati TA’09, Tomy TE’09

About akutaruna


4 responses to “TPT XX PERHAPI 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: