Obrolan sebelum jum’atan…

 
Lebih susah menepati janji (komitmen) pada diri sendiri daripada berjanji pada orang lain…
-Bang Jawa, explorator 2007-
 

Kenapa bisa begitu, begini ceritanya…

Seorang yang menepati janji pada orang lain, merupakan tahap yang biasa dalam kehidupan. Janji memang harus ditepati. Bila kita berjanji pada orang lain, akan ada reward and punishment pada diri kita bila kita gagal atau berhasil. Reward and punishment itu akan diberikan orang lain pada kita. Entah dalam bentuk hadiah, pujian atau hanya sekedar pengakuan. Yang jelas, kita akan berusaha untuk menepati janji kita, karena kita mendapat tekanan.

Level yang lebih tinggi adalah orang yang akan menepati janjinya pada diri sendiri. Kenapa ini lebih susah? Karena ini adalah kebebasan atau tanpa reward and punishment. Kadang kita akan merasa santai, atau malah cuek terhadap janji kita sendiri, atau bahkan akan menunda-nundanya karena merasa malas dan semacamnya…

 
Memang benar, pemimpin adalah orang yang bisa menepati omongannya sendiri, baik buat dirinya sendiri, atau bahkan untuk orang lain… 

Ya.. perkataan itu benar… kita akan menjadi pemimpin bila kita bisa menepati omongan (janji atau komitmen) kita sendiri. Dan percaya atau tidak, itu susah dilakukan, hanya orang-orang luar biasa yang bisa melakukan itu…

Itu semua tergantung mental kita juga, apakah kita bermental karyawan yang takut dengan bos? atau kita bermental wirausaha yang menyukai tantangan dan tekanan yang ia ciptakan sendiri…

Obrolan yang luar biasa, dengan orang yang luar biasa… mantap…

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: