Kita tak tahu kapan waktu kita…

Dalam seminggu ini, saya sudah datang ketiga tempat pemakaman umum. Dua orang merupakan orangtua dari teman SMA saya dan Satu orang tetangga saya. Dari tiga orang ini, dua orang meninggal karena penyakit yang diderita, dan satu orang meninggal karena tiba-tiba terkena penyakit. Usia orang tua mereka cukup muda, sekitar 50 tahunan, jauh dari prediksi umur meninggal orang Indonesia, sekitar 70 tahunan.

Tapi itu tidak penting, yang akan saya bicarakan disini adalah kita tidak akan tahu kapan kita akan menghadap kepada Allah SWT. Atau kita tidak akan tahun dimana, sedang apa, dalam keadaan apa kita akn dipanggil, semua itu tanda tanya saja dan itu rahasia dari yang menciptakan kita.

Saya benar-benar takut ketika saya dipanggil dalam keadaan tidak sempurna, ketika saya harus menghadap tanpa persiapan. Biasanya bila saya di sekolah SMA dulu, bila dipanggil senior atau pamong, saya akan mempersiapkan dengan baik, dari pakaiannya, sampai mengisi otak ini agar tidak terlihat bodoh atau kurang bila ada pertanyaan dilontarkan. Hal itu berlanjut sampai sekarang, sampai masa kuliah, baik itu dipanggil senior maupun dosen. Bila saya ingin bertemu dengan teman saya, nonton atau sekedar makan bareng, saya juga akan mempersiapkannya dengan benar. Mandi, pake parfum, pake baju rapi adalah hal paling minimal yang akan saya lakukan.

Kalau yang memanggil adalah Allah SWT? Saya bisa bilang, saya belum siap untuk menghadapnya… semakin saya merenung, semakin ketahuan kesalahan saya. Sholat yang belum benar, Ngaji yang masih bolong dan masih banyak lagi. Terlalu banyak urusan di dunia, mnyingkirkan prioritas, khususnya saya, untuk bersiap bertemu denganNya. Saya sungguh tidak siap bila harus bertemu sekarang… atau besok… Yang ingin saya lakukan memutar waktu, tapi itu sungguh tidak mungkin…

Namun, bila dipikir-pikir bila kita terlalu sibuk memikirkan akhirat, bagaimana dengan tanggung jawab kita terhadap keluarga kita, atau yang lainnya…

Membingungkan…

  اِعْمَلْ لِدُ نْيَكَ كَاءَنَّكَ تَعِيْسُ اَبَدًا وَعْمَلْ لِآخِرَتِكَ كَاءَنَّكَ تَمُوْتُ غَدًا ( رواه البيهقى )
Artinya : “Bekerjalah untuk duniamu seakan akan kamu hidup selamanya, dan bekerjalah untuk akhiratmu seakan akan kamu mati esok pagi”.
Hadits di atas menerangkan bahwa dalam setiap pekerjaan yang kita kerjakan haruslah disertai dengan semangat yang tinggi dan bersungguh sungguh agar hasilnya memuaskan dan sesuai dengan keinginan kita. Sebagai manusia tentunya kita mempunyai rasa untuk selalu mengumpulkan harta. Hadits di ataspun menyuruh kita untuk selalu bekerja dan bekerja seakan akan kita akan hidup untuk selama lamanya.
Meskipun hadits di atas berisi perintah untuk selalu bekerja, tetapi di dalam hadits tersebut juga di imbangi dengan perintah untuk selalu beribadah kepada Allah dengan ikhlas dan setulus hati seakan akan kita akan mati esok pagi.
Dengan demikian berarti hadits tersebut menyuruh kita untuk bekerja di dunia yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan agar kita bisa makan dan memperoleh tenaga untuk beribadah kepada Allah.
       لَيْسَ بِخَيْرِ كُمْ مَنْ تَرَكَ دُنْيَاهُ لِاخِرَتِهِ وَلاَ اخِرَتَهُ لِدُنْيَاهُ حَتّى يُصِيْبُ مِنْهُمَاجَمِيْعًا
فَاِنَّ الدَّنْيَا بَلَاغٌ اِلَى اْلاخِرَةِ وَلَاتَكُوْنُوْا كَلًّ عَلَى النَّاسِ ( رواه ابن عسا كرعن انس )
Artinya : “Bukanlah orang yang terbaik di antara kamu adalah orang yang meninggalkan kepentingan dunia untuk kepentingan akhirat, dan juga bukan orang yang meninggalkan akhirat untuk kepentingan dunia. Maka yang terbaik dia antara kamu adalah orang yang mampu memadukan di antara keduanya. Sesungguhnya kehidupan dunia mengantarkan kamu kepada kehidupan akhirat dan janganlah kamu menjadi beban orang lain.” (HR. Ibnu ‘Asakir dari Anas, dalam     kitab tafsir Al-Kasysyaf jilid 4 hal. 1670)

Kesimpulannya:

1. Kita mesti mempersiapkan akhirat

2. Kita mesti imbang dunia dan akhirat.

3. Kita tidak tahu kapan kita dipanggil.

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: