My first post in media online….

Batubara Lesu, Saatnya Berganti ke Energi Alternatif

Sudah tidak asing lagi bagi telinga kita dan berita-berita di koran-koran, internet atau media informasi lainnya, bahwa industri tambang batubara mulai lesu. Mulai dari bulan Maret sampai September ini, harga batubara masih turun. Tambang batubara mulai menyimpan produksinya, memperkecil produksinya atau bahkan ada yang menutup tambangnya.
Penyebab Lesunya Tambang
Krisis eropa adalah biang utamanya. Bagaimana tidak, semua industri kreatif berpusat di sana, krisis eropa menyebabkan pasokan bahan-bahan baku menjadi berkurang, apabila itu berkurang maka produksinya juga ikut dikurangi. Pemasok industri di Eropa adalah Negara China, Jepang, Korea Selatan dan India. Negara-negara tersebut batubaranya berasal dari Indonesia. Permintaan barang dari negara tersebut berkurang, negara-negara tersebut mengurangi ekspornya dan produksi. Karena produksi dan ekspornya dikurangi, mereka mengurangi juga impor batubara Indonesia. Ekonomi Eropa lesu, berdampak pada ekonomi dunia.

Adanya eksplorasi dan eksploitasi shale gas di Amerika juga membuat pasar batubara berkurang. Shale gas di Amerika telah dimanfaatkan sekitar 30% untuk kebutuhan pembangkit listrik mereka, yang harganya, katanya lebih murah dari batubara.

Dampak peristiwa tersebut
Dampak peristiwa tersebut diantaranya adalah laba industri semakin kecil. Yang paling terkena dampak adalah perusahaan yang menjual batubara kalori menengah (5.600-5.800 kcal/kg) dan rendah (5.500 kcal/kg) kebawah, biaya produksinya sama dengan kalori tinggi. Perusahaan yang mempunyai nilai kalori batubara sebesar itu memilih untuk kebutuhan dalm negeri, namun kebutuhan dalam negeri sudah tercukupi, akhirnya mereka memilih untuk mengurangi produksi.

Dampak ini berlaku global, artinya keadaan ini terjadi di semua negara berkembang yang masih mengandalkan ekspor SDA nya untuk devisa ekonomi mereka. Australia, Colombia, China, dan India juga terkena dampaknya. Ketergantungan dengan negara-negara asing ini yang akan menyebabkan ekonomi negara berkembang ini goyah.

Saatnya Energi Alternatif Unjuk Gigi
Turunnya harga batubara bukan panen bagi industri pembangkit listrik. Mereka justru bersiap-siap bila batubara tidak lagi berproduksi atau turun produksi. Perusahaan batubara akan menjaga agar batubara yang diproduksi jangan terlalu banyak karena memperhitungkan harga batubara yang turun. Mereka akan memanfaatkan untuk disimpan (tabungan masa mendatang), karena harga batubara sekarang masih rendah. Bergantung pada batubara, bukan pilihan yang bijak.

Energi alternatif harus unjuk gigi atau dengan kata lain kita harus mempunyai resource-resource energi lain, misalkan dari PLTA, mikrohidro atau dari biomassa. Peluang untuk menggantikan batubara semakin lebih baik dalam kondisi ini. Penggantian batubara dengan biomassa seperti cangkang kelapa. Pembangunan mikrohidro atau PLTA untuk sumber energi smelter atau pengolahan mineral adalah ide bagus saat ini. Yang tentunya harga produksinya harusnya bisa seimbang dengan batubara namun yang dihasilkan tetap sama atau bahkan lebih baik.

Yang menjadi lebih penting adalah  Indonesia tidak bisa terus tumbuh dengan menggali lebih banyak batu-bara, memompa lebih banyak minyak dan gas, serta menanam lebih banyak kelapa sawit. Indonesia perlu lebih berkonsentrasi untuk memproduksi barang dan jasa bernilai tinggi serta memproduksi energy dari energy alternatif. Saatnya berfikir energi alternatif, saatnya mencari solusi lain untuk negeri ini.

http://satunegeri.com/batubara-lesu-saatnya-berganti-ke-energi-alternatif.html

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: