Kebijakan Air di Singapura

Waktu kemaren ngambil mata kuliah Eksplorasi, Eksploitasi dan Konservasi Air Tanah, dapat tugas buat bikin makalah atau tulisan tentang pengelolaan air di suatu daerah. Nah, saya mengambil contoh daerah atau negara Singapura. Negara ini  saya pilih karena termasuk papan atas atau negara terbaik dalam pengelolaan airnya. Air di singapura asin, dan sebagian besar airnya dipasok sama Johor (Malaysia). Berikut tulisannya:

Pendahuluan

Pada tahun 1978, ketika Konferensi PBB tentang pemukiman diadakan di Vancouver, Kanada, penyediaan pasokan universal air minum bersih dan sanitasi yang memadai untuk setiap orang di dunia dijadikan komponen penting dari agenda politik internasional. Selanjutnya, pada tahun 1979, PBB dalam konferensi Air yang diadakan di Mar del Plata, Argentina, merekomendasikan program pasokan air Internasional dan program sanitasi untuk air dan lingkungan.

Dalam beberapa berita Internasional, dalam beberapa dekade ini pasokan air dan sanitasi mempunyai porsi penting dalam agenda politik internasional, baik di negara maju dan berkembang. Hal ini juga memberikan kontribusi terhadap percepatan kemajuan dalam hal penyediaan air bersih dan sanitasi untuk sejumlah besar orang, baik dari segi aktual dan persentase.

Pusat Pengelolaan Air Dunia membuat upaya untuk mengidentifikasi kasus terbaik pengelolaan pasokan air perkotaan dan manajemen dalam dunia berdasarkan indikator kinerja. Hal ini diadakan agar negara-negara dunia mempunyai contoh rujukan pengelolaan air tingkat negara yang terbaik.

Studi kasus Singapura memiliki satu implikasi penting bagi masa depan pengelolaan air perkotaan. Dilihat dalam konteks ini, analisis pengelolaan air untuk Singapura menjadi penting, terutama karena itu adalah salah satu contoh terbaik dari negara maju atau berkembang, terlepas dari apakah lembaga sektor publik atau swasta yang mengelola pelayanan air.

Singapura

Singapura mempunyai nama resmi Republik Singapura, Singapura adalah sebuah negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya, 137 kilometer di utara khatulistiwa di Asia Tenggara. Negara ini terpisah dari Malaysia oleh Selat Johor di utara, dan dari Kepulauan Riau, oleh Selat Singapura di selatan. Letak Singapura tergambat seperti ditunjukan pada peta dibawah ini:

eek1

Gambar 1. Peta Asia Tenggara

Singapura adalah pusat keuangan terbesar keempat di dunia dan sebuah kota dunia kosmopolitan yang memainkan peran penting dalam perdagangan dan keuangan internasional.

Letak secara Geografis

Singapura terdiri dari 63 pulau, termasuk daratan Singapura. Singapura terletak di antara lintang 1o09’N dan 1o29’N dan bujur 103o36’E dan 104o25’E, sekitar 137 kilometer sebelah utara Khatulistiwa. Pulau utama sering disebut Pulau Singapura tetapi secara resmi disebut Pulau Ujong (Melayu: berarti pulau di ujung daratan (semenanjung)). Terdapat dua jembatan buatan menuju Johor, Malaysia: Johor–Singapore Causeway di utara, dan Tuas Second Link di barat. Pulau Jurong, Pulau Tekong, Pulau Ubin dan Pulau Sentosa adalah yang terbesar dari beberapa pulau kecil di Singapura. Titik alami tertinggi adalah Bukit Timah Hill dengan tinggi 166 m.

Singapura memiliki banyak proyek reklamasi tanah dengan tanah diperoleh dari bukit, dasar laut, dan negara tetangga. Hasilnya, daratan Singapura meluas dari 581,5 km² pada 1960-an menjadi 704 km² pada hari ini, dan akan meluas lagi hingga 100 km² (38.6 mil²) pada 2030. Proyek ini kadang mengharuskan beberapa pulau kecil digabungkan melalui reklamasi tanah untuk membentuk pulau-pulau besar dan berguna, contohnya Pulau Jurong. Kondisi geografisnya bisa dilihat pada peta dibawah ini:

eek2

Gambar 2. Peta Singapura

Geologi dan Topografi

Kondisi geologi Singapura, berdiri diatas batuan granit sebagai batuan Induknya. Batuan granit ini terbagi dua di negara ini. Yang pertama ditemukan di daerah tengah dan utara dan yang kedua di bagian timur laut. Batuan ini juga mendasari Bukit Timah Nature Reserve dan DAS Tengah di tengah pulau. Batuan ini terbentang dari Thailand sampai kepulauan Riau.

Formasi Jurong granit pusat dan membentuk daerah yang luas di selatan, barat daya dan barat dari Singapura. Batuan konglomerat, batu pasir dan serpih juga ditemukan di pulau-pulau di selatan dan barat. Endapan Alluvial diendapkan oleh aliran sungai kuno di bagian timur, mungkin di zaman Pleistosen. Hal ini tergambar dalam peta dibawah ini:

eek3

Gambar 3. Peta Geologi Singapura

Sebagian besar pulau terletak dalam 15 meter dari permukaan laut. Daerah batuan beku di tengah pulau membentuk bukit bulat dan lembah, di mana puncak Bukit Timah (titik tertinggi Singapura di 163 meter), Bukit Gombak (139 meter), Bukit Panjang (132 meter) dan Bukit Batok (106 meter). Ke barat dan barat daya dari pulau, batuan sedimen menimbulkan serangkaian pegunungan yang sempit, termasuk dari Pasir Laba, Pasir Panjang, dan Mount Faber.

Kondisi pantai biasanya datar, namun di beberapa tempat terdapat tebing turun ke laut. Singapura dilewati oleh sejumlah sungai kecil. Yang terbesar, Sungai Seletar, sepanjang  15 kilometer.

eek4

Gambar 4. Peta Topografi Singapura

Kondisi Penduduk

Sekitar 42% penduduk Singapura adalah warga asing. Kebanyakan berasal dari Cina, Malaysia, Filipina, Amerika Utara, TImur Tengah, Eropa, Australia, Bangladesh dan India. Negara ini merupakan yang terpadat kedua di dunia setelah Monako. Menurut statistik pemerintah, jumlah penduduk Singapura pada 2009 sebanyak 4,99 juta jiwa, 3,73 juta jiwa di antaranya merupakan warga negara dan penduduk tetap Singapura (disebut Singapore Resident).

Kondisi Air di Singapura

Kondisi Hidrologi dan Hidrogeologi

Kondisi batuan dasar dari pulau Singapura, merupakan batuan granit dan lapukannya. Karena itu, air di Singapura biasanya asam atau ber PH antara 4-6. Ini tidak hanya terjadi di air permukaan, hal ini terjadi juga di air tanha yang dalam. Kebutuhan Air yang tinggi di pulau tersebut, membuat intrusi air laut ke daratan (Robert Delinom). Oleh karena itu, pemenuhan air untuk minum tidak bisa diusahakan dengan cara pengeboran daratan singapura. Secara hidrologi dan Hidrogeolog, singapura tidak bisa mengusahakan air sendiri untuk negaranya.

Kebutuhan Air

Kesadaran tentang kebuthan air di Singapura yang tergantung dengan Malaysia selalu ditanamkan dalam sekolah-sekolah. Bahkan pendidikan ini telah mereka masukan dalam kurikulum sekolah di tingkat SD. Adanya pengetahuan ini membuat kesadaran bagi orang Singapura untuk menggunakan dan konservasi air yang mereka terima. Merka akan berusaha membuat sistem air mereka close circuit. Misalkan air yang tidak bisa diminum, akan mereka gunakan untuk menyiram taman, atau untuk closet. Hemat, efektif dan efisiens dalam penggunaan air untuk kebutuhan sehari-hari. Karena mereka telah terbiasa hidup hemat (selain karena harga air yang terus meningkat) dan teknologi yang mereka terapkan, kebutuhan air per keluarga di Singapura mengalami penurunan.

Upaya yang dilakukan

Perjanjian dengan Malaysia

Pada tahun 1965, Singapura resmi lepas dari Malaysia atau merdeka dari penjajahan Inggris, namun tetap menjadi negara persemakmuran Inggris. Berada dalam suatu kelompok negara yang sama dengan Inggris (persemakmuran) membaut tali persahabatan dua saudara ini kuat. Singapura sebelum merdeka, sudah meminta bantuan Malaysia untuk mencukupi kebutuhan airnya. Dan perjanjian ini berlanjut sampai sekarang. Keamanan air jangka panjang merupakan pertimbangan penting bagi bangsa ini setelah merdeka. Dengan demikian, Singapura membuat upaya khusus untuk mendaftarkan Perjanjian Pemisahan di Kantor PBB Piagam Sekretariat pada bulan Juni 1966.

Kedua negara telah merundingkan kemungkinan perpanjangan perjanjian air. Singapura ingin memastikan keamanan jangka panjang airnya dengan memiliki sebuah perjanjian yang akan memberikan dengan jumlah ditetapkan air jauh melampaui tahun 2061. Sebaliknya, permintaan Malaysia untuk harga air yang naik, harganya telah bervariasi dari 15 sampai 20 kali harga saat ini. Sementara Singapura telah mengatakan bahwa ia tidak memiliki masalah untuk membayar harga yang lebih tinggi untuk air mengimpor dari Johor.

Melalui perjanjian internasional itu, diputuskan bahwa Johor (Malaysia) harus mengirim air sesuai kebutuhan di Singapura, yang kuotanya akn ditetnukan kemudian. Namun, singapura juga harus membayar sejumlah uang untuk pemenuhan air tersebut.

Konservasi air di Singapura

Agar siap untuk keadaan khusus, Singapura telah mengembangkan sebuah rencana baru untuk meningkatkan keamanan dan kemandirian air, dengan pengelolaan air semakin lebih efisien, termasuk perumusan dan implementasi kebijakan tentang air, investasi besar dalam desalinasi dan ekstensif penggunaan kembali air limbah, dan pengelolaan daerah tangkapan air dan tindakan serupa lainnya.

Secara kelembagaan, Public Utilities Board (PUB) saat ini mengelola siklus air seluruh Singapura. Sebelumnya, PUB bertanggung jawab untuk mengelola listrik, air minum dan gas. Pada tanggal 1 April 2001, tanggung jawab untuk pembuangan limbah dan drainase dipindahkan ke PUB dari Kementerian Lingkungan Hidup. Transfer ini memungkinkan PUB untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan holistik, yang mencakup perlindungan dan perluasan sumber air, stormwater manajemen, desalinasi, manajemen permintaan.

Negara ini sekarang mengumpulkan air limbah dan telah membangun drainase terpisah dan sistem pembuangan limbah untuk memfasilitasi penggunaan kembali air limbah dalam skala luas.

Alasan utama mengapa Singapura telah berhasil dalam mengelola air dan air limbah adalah karena penekanan bersamaan pada penawaran dan permintaan manajemen, air limbah dan manajemen stormwater, efektivitas kelembagaan dan menciptakan lingkungan yang kondusif, yang mencakup kemauan politik yang kuat, efektifitas hukum dan peraturan kerangka kerja dan tenaga kerja yang berpengalaman dan termotivasi.

 

Pembahasan

    1. Bagaimana bisa?

 

Singapura yang mempunyai kawasan darat yang tidak luas dan tidak bisa mencukupi air dari tanahnya sendiri, terpaksa membeli air dari Malaysia. Hal itu dikarenakan hubungan antar negara yang kuat dan saling percaya. Malaysia tidak akan mengirim airnya bila Singapura tidak menjaga hubungan diplomatis.

Singapura ingin menjadi negara yang berdaulat dan merdeka atas hidupnya. Oleh karena itu mereka mengembangkan manajemen air dengan pengaturan supply dan deman dan proses close circuit untuk mengurangi air yang keluar. Inisiatif ini diambil agar penduduk Singapura tidak perlu menganggarkan uang lebih untuk kebutuhan air.

Mungkinkah diterapkan di Indonesia?

Teknologi dan manajemen ini mungkin bisa diterapkan di Indonesia. Namun konsepnya sedikit berubah. Kalau di Singapura mereka berharap kota Johor di Malaysia selalu menjaga lingkungan agar air dapat mengalir ke Singapura. Mungkin kota Bogor dan Jakarta bisa berbeda. Penduduk Jakarta harusnya membayar uang kepada penduduk kota bogor atas kesediaannya menjaga kawasan puncak. Kawasan puncak merupakan daerah resapan wilayah Jakarta dan Bogor. Bila kawasan puncak tidak bisa menjadi tempat resapan, air limpasan yang berada di sungai semakin banyak. Oleh karena itu, Jakarta akan banjir.

Keinginan dan koordinasi pemerintah Bogor dan Jakarta akan membuat kawasan ini terlindungi. Contohnya saja seperti ini, kawasan puncak biasa dimanfaatkan untuk rekreasi. Di wilayah ini, pembangunan vila marak karena udara dan cuaca yang sejuk. Bila per meter tanah di puncak dihargai Rp. 400.000,00 dan dapat dipakai untuk pembangunan vila di puncak. Bila warga jakarta mau membayar Rp. 100.000,00 untuk setiap meter pertahun di puncak, dan jumlah itu dibagi semua warga jakarta, maka hasilnya pun sangat murah. Warga Jakarta tenang karena tidak ada banjir tahunan yang akan melanda jakarta. Warga bogor tenang karena mereka bisa mendapatkan nafkah dengan cara menjaga tanahnya.

Selain itu, konsep ini bisa diterapkan pada pulau-pulau kecil yang dikelilingi oleh laut. Biasnaya pulau itu tidak terdapat air yang bisa untuk diminum. Oleh karena itu, konsep ini bisa dipakai, terutama pada pulau-pulau tujuan pariwisata, seperti Gili Terawangan atau Kepulauan Seribu.

Kesimpulan

Diperlukan masyarakat yang sadar tentang lingkungan dan berinisiatif menjadikan lebih baik dan pemerintah yang mengontrol jalannya sistem agar terjadi ketersediaan air untuk kesejahteraan penduduk, dalam hal ini penduduk Singapura.

Daftar Pustaka

Appan, A., 2003, A Total Approach to Water Quality Management in Partly-protected Catchments: The Singapore Experience, International Workshop on Management and Conservation of Urban Lakes, Hyderabad, India, 16-18 June, 12 p.

Asian Development Bank, 2005, Country Water Action: Singapore. Technology turns Water Weakness to Strength, November, 3 p.

Tortajada, Cecilia. 2006. Singapore: An Exemplary Case For Urban Water Management.

http://exorage.wordpress.com/2012/08/11/underground-space-planning-in-singapore/

http://id.wikipedia.org/wiki/Singapura

http://www.asianinfo.org/asianinfo/singapore/pro-geography.htm

http://www.channelnewsasia.com/cna/

http://www.geotek.lipi.go.id/?p=69475

 

Nah, tidak terlalu lama, baru kemarin. saya baca artikel di kompas tentang pengelolaan air di Singapura. Mandi dibatasi tidak boleh lebih dari 5 menit. Ini artikelnya:

Demi Hemat Air, Singapura Batasi Waktu Mandi Warganya

SINGAPURA, KOMPAS.com — Singapura menerapkan inovasi terbaru. Negeri kota ini akan memperkenalkan penggunaan pengatur waktu ataustopwatch yang akan membatasi waktu mandi seseorang maksimal selama lima menit.

Dalam rilisnya yang dilaporkan harian The Straits Times, belum lama ini, Badan Perairan Singapura (PUB) menyatakan penggunaan pengatur waktu ini sebagai strategi untuk menekan penggunaan air rumah tangga dari 153 liter/hari menjadi 147 liter pada 2020 mendatang.

Mandi menjadi sasaran utama program ini karena 30 persen penggunaan air di rumah terserap hanya dari mandi. Survei yang dilakukan tahun 2010 menunjukkan kebanyakan warga Singapura menghabiskan waktunya untuk mandi antara 5-10 menit.

PUB menegaskan, jika setiap warga dapat memotong satu menit waktu mandinya, air yang dihemat sebanyak 9 liter.

Cara kerja pengatur waktu ini cukup sederhana. Alarm pada pengatur waktu ini akan berbunyi jika waktu mandi sudah mencapai lima menit.

Jika orang tersebut masih bersikeras untuk melanjutkan mandinya, “Water Wally”, maskot PUB yang tertempel pada pengatur waktu itu, akan secara otomatis membuka pintu kamar mandi.

Rencananya 90.000 pengatur waktu digital akan dicoba terlebih dahulu ke sekolah dan komunitas-komunitas masyarakat.

Warga Singapura sendiri menyambut baik rencana ini mengingat terkadang mereka tidak memperhatikan berapa lama mereka mandi.

PUB juga akan memperkenalkan shower dance, sejenis tarian mandi untuk mengajarkan bagaimana warga dapat mandi dengan nyaman selama lima menit.

Murid-murid sekolah dasar akan menjadi target utama terlebih dahulu. Tarian ini akan diajarkan secara khusus di sekolah.

PUB menambahkan tarian ini sangat sederhana, lucu, serta menarik. Diharapkan sekitar 39.000 murid SD dapat menjadi contoh pertama kesuksesan program ini. Mereka kelak dapat menyebarkan tarian ini ke keluarga dan tetangganya.

https://www.google.com/search?q=kompas+singapura+mandi&oq=kompas+singapura+mandi&aqs=chrome.0.57j60.4964&sugexp=chrome,mod=1&sourceid=chrome&ie=UTF-8

 

memang mantep nee singapura… berarti kita kalo berlibur kesana, gag bisa lama-lama mandi disana ya?? ehmm…

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: