Forestry vs Palm Oil vs Mining

wah, setelah lama mengumpulkan data, akhirnya dapet juga data kayak gini.

Beberapa bulan yang lalu, pernah terpikirkan buat nyari data, berapa sih devisa yang dihasilkan oleh hutan kita? berapa sih devisa yang dihasilkan ama kelapa sawit kita? berapa sih yang dihasilkan ama tambang kita? Pikiran ini ada karena orang selalu menentang pembukaan tambang, dan mendukung buat konservasi hutan (secara buta). Yang akhirnya tambang gag bisa ngembang, gag bisa nambang, padahal potensinya ada… Nah, saya pingin paparkan datanya.

Ditinjau dari devisa, orang yang bekerja dan dari luas wilayah

Forestry
Pendapat Negara: Rp3,26 trilyun PNBP (2011 Menhut)
Luas areal: 131 juta Ha ( konversi darat, HP, HPT, HPK)
Karyawan: 17,456
Palm Oil
Pendapat Negara: Rp2.8 s/d Rp4.2trilyun (2010)
Luas areal: 8 juta Ha> di rencanakan 22juta Ha
Karyawan: target 1.2 juta keluarga pada tahun 2020

Mining
Pendapat Negara: Rp160 trilyun (2011) Rp21 trilyun (2010)
Luas areal: 370,883 ha (exploitasi) JP 24,000 ha
Karyawan: 120,000? 22,000

Freeport

Pendapat Negara: Rp21 trilyun (2010)
Luas areal: 24,000 ha
Karyawan: 22,000

forestry, palm oil n mining

Nah, itu tadi review dari luas daerah, besar pendapatan ama jumlah orang yang terlibat. Biar berimbang, ada review dari lingkungan juga.

Forestry
Jelas tidak merusak lingkungan dan memang harus dijaga.

Palm Oil
Reviewnya hampir sama kayak hutan. Cuman Palm oil ini lebih ngerusak lingkungan daripada hutan. Air yang dipake buat bikin jadi palm oil itu banyak banget. Gag heran, biasanya masalah seriusnya adalah air pada hilang semua.

Mining
Nah, diantara yang lain, ini yang paling ngerusak lingkungan. Pasti bikin bocel, ngubah gunung jadi lembah, dan semacamnya. Pokoknya kalo tambang tu pasti merusak lingkungan.

Overview

Dari sudut pandang gua, masalah hutan (palm oil termasuk didalamnya) ama tambang. Dulu Amerika ama negara Eropa, menggunakan kayu-kayu itu buat revolusi industri atau bahan bakar industri mereka. Sekarang, mereka teriak-teriak buat negara yang masih punya hutan, buat ngejaga hutan itu. Waw? hutan mereka dibabat habis buat kemajuan mereka. Giliran kita mau pake hutan buat memajukan negara kita, malah disuruh jaga? Pertanyaan besar kan? Nah, kalo tambang, gua setuju kalo tambang itu merusak lingkungan, namun, perusahaan tambang yang paham dan menerapkan good mining practice dan sustainable development ngerusaknya gag separah seharusnya. Mineral ama batubara itu gag semua daerah ada. dan kalo ada pun luasnya kecil, dibanding luas hutan indonesia, gag terlalu masalah rusak ato ubah sedikit. Ingat, tambang itu mengubah lingkungan, bukan merusak, hahahhaa…

Nah, disini perlu pemahaman serta analisis yang terintegrasi dan komprehensif. Jangan sampai, gara-gara kita ngejar devisa, lingkungan kita dirusak. Tapi jangan sampai juga, kita gag punya duit buat membangun bangsa ini, gara-gara ngejaga lingkungan. Intinya, kembali pada kearifan pengelolaan sumberdaya alam. Pemerintah yang bikin regulasi, bisnismen yang eksekusi ama rakyat yang menjaga peraturan itu. Ingat kalimat ini; “Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat”. Kesejahteraan rakyat, itu kunci dari semua kegiatan negara ini. Jangan serakah, tapi jangan mau juga gag maju-maju…

Masa depan yang baik, tidak akan ada tanpa pertambangan. 
dan pertambangan yang baik, tidak ada tanpa memikirkan masa depan.

sumber:

Mansur Geiger, Indonesia Mining Institute, 29 Mei 2013

About akutaruna


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: