Membedah Visi Bidang Sumberdaya Alam (khususnya tambang) Kedua Capres…

Karena facebook kebanjiran kampanye hitam calon presiden, ada baiknya kalo kita gag ikut-ikutan buat kampanye hitam. Namun, sebagai warga Negara Indonesia pada umumnya dan sebagai insan pertambangan pada khususnya, akan lebih baik kalo kita teliti dan menelaah lagi visi, misi ato program dari Prabowo-Hatta maupun Jokowi-Kalla. Pembahasan ini masih menurut pengetahuan penulis, penulis juga berusaha menggali lebih dalam dari data yang ada. Program yang di bahas merupakan program yang di upload resmi oleh KPU ataupun dari kedua calon.

Oh iya, mungkin ada orang yang kurang setuju dengan pembahasan capres hanya berdasarkan visi-misi ato programnya saja, Menurut saya itu sah-sah saja… Tapi kalo dari saya visi-misi-program kerja itu adalah janji dan bayangan akan dibawa seperti apa nantinya negara ini. Mungkin setelah track record yang jelek selama ini (keduanya punya track record yang jelek (jokowi gag selesai membangun Jakarta dan PAD kota solo turun, Prabowo dipecat dari TNI), ini menjadi titik mereka akan merubah. Oleh karena itu, saya akan membahas visi-misi dan proker mereka saja… sesuai dengan  bidang saya.

Intinya, ini untuk pengetahuan saja, kalo berkenan silahkan untuk dijadikan pertimbangan, tapi jangan dipakai untuk berdebat kusir…

 

Untuk Pengolahan Mineral

a. Jokowi

Pengolahan hasil tambang atau kebijakan hilirisasi harus segera dilakukan dengan tujuan menurunkan impor dan meningkatkan ekspor hasil tambang

b. Prabowo

  1. Melaksanakan reformasi pengelolaan sumber daya alam dan industri dengan tujuan meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam, mulai dari mineral, batubara, minyak, gas, kehutanan hingga kelautan, bagi sebesar-besar kemakmuran rakyat
  2. Mempercepat pengembangan industri hilir pengolahan sumber daya mineral, khususnya nikel, tembaga dan bauksit. BUMN ditugaskan menjadi ujung tombak hilirisasi dengan dukungan produk keuangan  dan skema pembiayaan investasi.

 

Pada program jokowi tidak ada strategi dalam pengelolaan pengolahan mineral ataupun ada, tidak disebutkan dalam visi misi setebal lebih dari 30 halaman. Pada Prabowo di baba pengolahan mineral ini, ada beberapa mineral  yang diprioritaskan seperti nikel, tembaga dan bauksit. Selain itu juga terdapat pelimpahan tugas ke BUMN untuk proses hilirisasi ini. Bila mengacu pada BUMN tambang yang ada, berarti nanti akan dipegang oleh PT. ANTAM.

Bila strategi diatas dijalankan, berarti PT ANTAM akan memainkan peran utama dalam 3 mineral diatas. Perusahaan tersebut harus bisa menampung mineral yang belum diolah agar bisa di jual ke luar negeri. Pendapatan Negara atas sektor ini akan meningkat tajam.

Ada yang perlu diperhatikan dengan kalimat meningkatkan “nilai tambah dari sumber daya alam, mulai dari mineral, batubara, minyak…” dalam program Prabowo. Penekanannya adalah pada batubara yang selama ini belum mengalami pengolahan. Di kalangan industri pun masih kontroversi arti kata dari pengolahan. Sebagian industri menganggap blending dan pencucian batubara sudah merupakan pengolahan batubara, namun pemerintah masih bersikukuh pengolahan batubara itu seperti coal gasification atau coal liquification. Dimana, proses tersebut belum terbukti keekonomiannya di seluruh dunia.

Namun niat baik untuk pengolahan batubara ini perlu diantispasi. Batubara dengan kalori rendah, akan ditingkatkan agar mempunyai kalori tinggi agar dijual lebih mahal. Perlu aturan investasi dan orang yang ahli dalam pengolahan batubara untuk memenuhi kebijakan ini. Karena batubara Indonesia masih dijual berdasarakan kualitas insitu yang ada. Padahal, dalam beberapa tahun ini dan beberapa tahun kedepan, industri tambang seluruh dunia sedang menjerit karena harga sedang turun semua. Bisakah kebijakan ini dilakukan?

Untuk Pembangkit Listrik

a. Jokowi

Mengutamakan pemakaian batubara dan gas untuk meningkatkan produksi listrik dalam negeri guna melayani kebutuhan rumah tangga dan industri.

b. Prabowo

Membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi dan air dengan kapasitas 10.000 MW dan melaksanakan penyediaan listrik nasional mencpai ratio 100 persen sampai tahun 2019.

 

PLN mempunyai program untuk 10.000 MW pada tahun 2020, pada program Prabowo, hal itu dipercepat satu tahun, semoga bisa tercapai. Sumber listrik utama negeri ini, sampai sekarang di dominasi oleh batubara dan gas. Karena dua hal tersebut mempunyai nilai ekonomis paling rendah untuk membangkitkan 1 kwh listrik.  Pada Jokowi, mereka akan menambah jumlah Pembangkit Listrik Batubara dan Gas, pasokannya akan berasal dari dalam negeri, karena kita masih mempunyai banyak cadangan gas dan batubara. Itu akan sangat baik sekali bila tercapai dari dalam negeri, bukan membeli gas pada Amerika (http://finance.detik.com/read/2014/05/07/130105/2575824/1034/skk-migas-dukung-rencana-pertamina-impor-gas-dari-as). Walaupun secara ekonomi menguntungkan, secara filosofis dan harkat  martabat bangsa, kita direndahkan. Kalimat cintailah produk dalam negeri, mungkin akan hanya jadi semboyan saja.

Namun, pada prabowo, mereka akan menambah geothermal dan air. Indonesia memang kaya akan geothermal, namun sampai sekarang potensi tersebut belum terbukti (belum di bor). Ekplorasi geothermal pun tergolong sulit dibandingkan dengan eksplorasi batubara. Membangun PLTA besar seperti saguling membutuhkan waktu lama, selain pembebasan lahan yang susah, efek terhadap lingkungan lebih besar dibandingkan yang lainnya. PLTA akan membuat lahan yang ada menjadi terendam dan tidak bisa dimanfaatkan lagi selain perikanan. Dilain sisi, mungkin PLTA dan PLT Panas Bumi lebih ramah lingkungan (mungkin… katanya…).

———————————–

Nah, itu sudah dipaparkan, nanti akan disambung lagi…
dari situ semua jelas berbeda arah perkembangan pertambangan dan energi yang dibawa oleh masing-masing calon. Semuanya, ada sisi positif dan negatifnya. Mana yang kita pilih untuk kemajuan pertambangan dan energi Indonesia?

Taruna Fadillah

 

 

About akutaruna


2 responses to “Membedah Visi Bidang Sumberdaya Alam (khususnya tambang) Kedua Capres…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: